Minggu, 29 Juli 2018

Makalah Tentang KONSOLIDASI DENGAN AKUISISI MELEBIHI NILAI TERCATAT EKUITAS (Dwi Martani)


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah…………………………………………..…
B.     Perumusan Masalah………………………………………………....
C.     Tujuan Penulisan…………………………………………………….
BAB II  PEMBAHASAN……………………………………………………
A.     Karakteristik Konsolidasi dengan Akuisisi melebihi Nilai tercatat…
B.     Aset Teridentifikasi dan Liabilitas diambil alih……………………..
C.     Ilustrasi akuisisi dengan Kepemilikan Penuh…………..……………
D.     Akuisisi dengan Kepemilikan Sebagian…………….……………….
E.      Isu lain seputar Konsolidasian……………………………………….

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan…………………………………………………………
B.     Saran………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………














BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
                  Dalam perkembangan ekonomi saat ini, banyak perusahaan yang melakukan penggabungan perusahaan untuk bisa meningkatkan kinerja dan keuntungan mereka. Jika perusahaan bergabung dalam bentuk merger ataupun konsolidasi, maka pencatatan akuntansinya lebih mudah dibandingkan dengan akuisisi saham, yaitu hanya memindahkan semua akun aktiva bersih ke perusahaan yang masih berdiri atau perusahaan yang didirikan, kemudian perusahaan lainnya yang bergabung dibubarkan.
                  Walaupun disebut laporan keungan konsolidasi, bukan berarti laporan ini digunakan untuk penggabungan usaha bentuk konsolidasi. Dalam praktiknya, laporan ini biasa digunakan untuk perusahaan induk dan perusahaan anak.

.B. Perumusan masalah
1.      Bagaimana Karakteristik Konsolidasi dengan Akuisisi melebihi Nilai tercatat?
2.      Bagaimana Akuisisi dengan Kepemilikan Penuh dan Sebagian?
3.      Seperti apa isu lain seputar Konsolidasi ?

C.    Tujuan penulisan

1.      Untuk memahami Karakteristik Konsolidasi dengan Akuisisi melebihi Nilai tercatat
2.      Untuk memahami mengenai Akuisisi dengan Kepemilikan Penuh dan Sebagian
3.      Untuk mengetahui isu lain seputar Konsolidasi







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Karakteristik Konsolidasi dengan Akuisisi Melebihi Nilai Tercatat

1.      Prosedur Konsolidasi
Pada praktiknya, transaksi akuisisi suatu perusahaan oleh perusahaan lain sebesar nilai buku sangatlah jarang dilakukan. Perusahaan pengakuisisi (investor) biasanya akan melakukan uji kelayakan (due diligence) atas bisnis yang akan diakuisisi. Hasil akurat dari uji kelayakan tersebut dapat menunjukkan apakah bisnis yang akan diakuisisi memiliki nilai lebih atau lebih rendah dari nilai bukunya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian kelayakan bisnis saat proses kombinasi bisnis antara lain prospek bisnis perusahaan yang akan diakuisisi terutama dalam menciptakan penghasilan tambahan bagi perusahaan pengakuisisi, kondisi industri secara umum, nilai strategis bisnis, kualitas manajemen, dan tentunya nilai wajar dari asset maupun liabilitas yang dilaporkan oleh perusahaan yang akan diakuisisi.
Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi atas akuisisi yang dilakukan di atas nilai buku tidak memiliki perbedaan signifikan disbandingkan akuisisi pada nilai buku. Sebagai contoh, tertanggal 1 Januari 2015, PT Nusantara mengeluarkan investasi senilai Rp 1.500.000.000 untuk keseluruhan kepemilikan pada PT Andalas. Nilai investasi Rp 1.500.000.000 merupakan nilai wajar konsiderasian (fair value consideration) hasil penilaian yang dilakukan oleh PT Nusantara atas berbagai faktor yang terkait pada PT Andalas.
PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas sebagai berikut :

1 Januari 2015
(1)   Investasi pada PT Andalas           1.500.000.000
Kas                                                      1.500.000.000
Transaksi akuisisi PT andalas juga menggunakan skema penghitungan yang seperti pembahasan sebelumnya, sehingga memperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Nilai Investasi                                                                                     1.500.000.000
Nilai Buku
            Saham Biasa                                        800.000.000
            Saldo Laba                                          400.000.000
Total Nilai Buku                                                                                 1.200.000.000
Selisih (diferensial) antara nilai investasi dan nilai buku                       300.000.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, terlihat bahwa PT Nusantara mengeluarkan investasi yang lebih tinggi dibandingkan nilai buku PT Andalas, yaitu sebesar Rp 300.000.000. Secara perhitungan, investasi PT Nusantara pada PT Andalas ditunjukkan pada tabel berikut:

Perhitungan Kepemilikan PT Nusantara atas PT Andalas

           

Rasio
Investasi
Non Pengendalian
Modal Saham
Saldo Laba
Diferensial
Saldo 1 Januari 2015
100:0
1.500.000.000
0
800.000.00
400.000.000
300.000.000
Laba Bersih
100:0





Deviden
100:0





Saldo 1 Januari 2015
100:0
1.500.000.000
0
800.000.000
400.000.000
300.000.000

Untuk pengonsolidasian laporan keuangan, dapat dilakukan proses yang sama seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Berdasarkan perhitungan pada tabel tersebut, maka diperoleh jurnal eleminasi sebagai berikut :
           
           
(2e)      Saham Biasa – PT Andalas                  800.000.000
                        Saldo Laba                                           400.000.000
                        Diferensial                                           300.000.000
                                    Investasi pada PT Andalas                               1.500.000.000



Dapat dilihat bahwa jurnal eliminasi tersebut juga menghapus seluruh saldo ekuitas milik entitas anak, dalam kasus ini adalah saham biasa dan saldo laba, sebesar nilai tercatatnya. Sementara itu, kelebihan nilai investasi hasil konsideran nilai wajar atas nilai buku entitas anak yang diakuisisi selanjutnya dieliminasikan terhadap suatu akun perantara yang disebut diferensial.
2.      Diferensial
Berdasarkan PSAK 22 (Revisi 2010), diferensial harus dialokasikan pada asset teridentifikasi yang diperoleh dan/atau liabilitas yang diambil alih yang dianggap menyebabkan nilai wajar dari entitas anak yang dikonsolidasikan melebihi nilai bukunya atau dialokasikan sebagai goodwill.


B.  Aset Teridentifikasi dan Liabilitas Diambil Alih
            Menurut PSAK 22 (2010) asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih haruslah memenuhi definisi asset dan liabilitas menurut kerangka dasar penyusunan penyajian laporan keuangan pada tanggal akuisisi serta merupakan bagian yang dipertukarkan dalam proses akuisisi. Selain itu, PSAK 22 (2010) juga menyatakan bahwa dimungkinkan untuk memunculkan suatu asset atau liabilitas baru yang sebelumnya tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi.
            Pengklasifikasian dan penentuan asset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil alih perlu didasarkan pada hal-hal seperti: (1) persyaratan kontraktual, (2) kondisi ekonomi, (3) kebijakan operasional dan akuntansinya, serta (4) kondisi terkait lainnya yang ada pada tanggal terjadinya akuisisi. Perusahaan yang melakukan akuisisi mengukur asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi, kecuali untuk komponen-komponen berikut ini: liabilitas kontijensi, pajak penghasilan (PSAK 46), imbalan kerja (PSAK 24), asset idemnifikasi, hak yang diperoleh kembali atas asset tak berwujud, pembayaran berbasis saham (PSAK 53), dan asset tersedia untuk dijual (PSAK 58).
1.      Goodwill
PSAK 22 (2010) mendefinisikan goodwill sebagai selisih antara nilai agregat dari (1) imbalan yang dialihkan, (2) jumlah kepentingan nonpengendali, (3) nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya diakuisisi jika kombinasi bisnis dilakukan bertahap, dan jumlah neto dari asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Dapat dikatakan pula bahwa goodwill mencerminkan pandangan investor (pihak pengakuisisi) atas potensi atau nilai lebih yang dimiliki investee (pihak diakuisisi) sehingga pihak pengakuisisi mau membayar lebih atas nilai bersih asset yang dimiliki pihak diakuisisi.
Dalam kasus akuisisi PT Andalas oleh PT Nusantara, jika diasumsikan bahwa perbedaan nilai investasi dan nilai buku disebabkan oleh goodwill, maka pengalokasian diferensial pada goodwill menggunakan jurnal eliminasi sebagai berikut:
           
(4e)  Goodwill                                                 300.000.000
                        Diferensial                                                       300.000.000
           


            Jika suatu kombinasi bisnis memunculkan pengakuan terhadap goodwill, maka goodwill yang diakui merupakan subjek pengujian penurunan nilai sesuai PSAK 48 dan tidak dapat diamortisasi. Penurunan nilai goodwill terjadi ketika nilai tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount), yakni nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dan nilai pakai atau hasil investasi di masa mendatang.

2.      Pembelian dengan Diskon
Selain melakukan pembelian yang dapat menyebabkan terjadinya goodwill, dapat juga terjadi akuisisi dengan konsiderasi nilai wajar yang ditukarkan oleh investor lebih rendah dibandingkan nilai wajar dari seluruh asset bersih yang dimiliki investee. Kondisi ini mengindikasikan bahwa saat dilakukan akuisisi terdapat “goodwill negative” , pembelian yang dilakukan investor atas investee terjadi pada harga diskon (bargain purchase). Pembelian dengan diskon mungkin terjadi , misalnya dalam kondisi penjualan yang dilakukan dengan terpaksa.
PSAK 22 (revisi 2010) mengindikasikan bahwa investor (pengakuisisi) harus mengakui keuntungan yang dihasilkan dari pembelian dengan diskon ini melalui laba atau rugi pada tanggal akuisisi. Namun sebelum mengakui keuntungan tersebut, perlu dipastikan apakah investor telah mengidentifikasi secara tepat dan menyeluruh asset yang diperoleh maupun liabilitas yang diambil alih dari pihak yang diakuisisi.
Sebagai ilustrasi, misalkan PT Nusantara membeli PT Andalas seharga Rp.1.000.000.000 Diketahui dari nilai wajar persediaan dan tanah adalah Rp.50.000.0000 dan Rp.150.000.000 lebih tinggi dibandingkan nilai bukunya (Maka nilai wajar dari nilai asset bersih adalah Rp.1.400.000.000) , maka terdapat selisih sebesar Rp.140.000.000 antara nilai wajar asset PT Andalas dengan konsiderasi nilai wajar yang diserahkan PT Nusantara. Berdasarkan transaksi tersebut, PT Nusantara mencatat jurnal sebagai berikut:



1 Januari 2015
(5) Investasi pada PT Andalas                                                1.000.000.000
            Kas                                                                                          1.000.000.000


Jurnal Eliminasi saat melakukan konsolidasi:

(6E) Saham Biasa-PT Andalas                                                800.000.000
        Saldo Laba                                                                      400.000.000
            Diferensial                                                                               200.000.000
            Investasi pada PT Andalas                                                     1.000.000.000


Jurnal Eliminasi saat mengalokasikan Diferensial :

(7E) Persediaan                                                                       50.000.000
        Tanah                                                                              150.000.000
        Diferensial                                                                       200.000.000
            Keuntungan pembelian asset                                                  400.000.000



C.    ILUSTRASI AKUISISI DENGAN KEPEMILIKAN PENUH
Konsolidasi Sesaat Setelah Akuisisi
Sebagai ilustrasi konsolidasi atas akuisisi dengan kepemilikan penuh untuk kombinasi bisnis yang dilakukan di atas nilai tercatat, akan digunakan kasus akuisisi PT Andalas oleh PT Nusantara dengan modifikasi informasi sebagai berikut: PT Nusantara membeli seluruh saham PT Andalas seharga Rp.1.500.000.000. Diketahui bahwa nilai buku dari seluruh asset bersih PT Andalas adalah Rp.1.400.000.000 sehingga terdapat diferensial dari akuisisi ini sebesar Rp.300.000.000 yang dialokasikan kepada goodwill sebesar Rp.100.000.000 dan aset teridentifikasi lainnya sebesar Rp.200.000.000.
PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas pada bukunya sebagai berikut:
1 Januari 2015
Investasi pada PT Andalas                                         1.500.000.000
            Kas                                                                              1.500.000.000
*mencatat pembelian saham PT Andalas

Jurnal untuk mengeliminasi ekuitas entitas anak dalam pengonsolidasian laporan keuangan sesaat setelah akuisisi:
Saham Biasa PT Andalas                                            800.000.000
Saldo Laba                                                                  400.000.000
Diferensial                                                                   300.000.000
            Investasi pada PT Andalas                                         1.500.000.000
*mengeliminasi saldo awal investasi




Jurnal eliminasi untuk pengalokasian diferensial:
Persediaan                                                                   50.000.000
Tanah                                                                          210.000.000
Goodwill                                                                     100.000.000
            Diferensial                                                                   300.000.000
            Bangunan dan Peralatan                                             60.000.000
*mengeliminasi saldo awal investasi





Konsolidasi pada Periode Setelah Akuisisi
Untuk periode setelah terjadinya akuisisi atas akuisisi yang dilakukan di atas nilai tercatat, tidak terdapat perbedaan mendasar dibandingkan konsolidasi ketika akuisisi dilakukan pada nilai tercatat.
Dengan informasi yang sama pada ilustrasi sebelumnya, diketahui bahwa selama tahun berjalan PT Nusantara mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.300.000.000, sedangkan PT Andalas mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.50.000.000. PT Nusantara, sebagai entitas yang memiliki PT Andalas akan mencatat transaksi terkait penerimaan dividen dari entitas anak sebagai berikut:
31 Desember 2015
Kas                                                                              50.000.000
            Investasi pada PT Andalas                                         50.000.000
*mencatat penerimaan dividen dari PT Andalas (Rp.50.000.000  x  100%)

Selain itu, selama tahun berjalan PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp.200.000.000 yang dapat dihitung dari menjumlahkan seluruh pendapatan lalu dikurangi seluruh beban yang dilaporkan. Atas laba bersih yang dilaporkan ini, PT Nusantara sebagai pemilik, dapat mengakui perolehan pendapatan sebesar porsi kepemilikan atas PT Andalas berdasarkan metode ekuitas sebagai berikut:

31 Desember 2015
Investasi pada PT Andalas                                         200.000.000
            Bagian Laba atas PT Andalas                                     200.000.000
*mencatat pengakuan penghasilan dari PT Andalas (Rp.200.000.000  x  100%)

Selain itu untuk mengakui penghaspusan diferensial yang terjadi selama periode berjalan, maka PT Nusantara akan mencatat jurnal sebagai berikut:
Bagian Laba atas PT Andalas                                     50.000.000
            Investasi pada PT Andalas                                         50.000.000
*menyesuaikan diferensial terkait persediaan terjual (Rp.50.000.000  x  100%)

Investasi pada PT Andalas                                         5.000.000
            Bagian Laba atas PT Andalas                                     5.000.000
*menyesuaikan diferensial terkait bangunan peralatan (Rp.5.000.000  x  100%)

Laba Bersih dan Saldo Laba Konsolidasian
Berdasarkan kertas kerja konsolidasian pada buku paket di table 4.6 dapat kita lihat bahwa laba bersih konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak untuk periode yang berakhir 31 Desember 2015 adalah Rp.755.000.000. Sedangkan saldo laba konsolidasian per tanggal 31 Desember 2015 adalah Rp.1.955.000.000. Adapun perhitungan laba bersih konsolidasian untuk PT nusantara dan entitas anak adalah sebagai berikut:
Laba bersih PT Nusantara                                                                               755.000.000
Dikurangi:Bagian alaba atas PT Andalas                                                        (155.000.000)
Ditambah:Porsi milik PT Nusantara atas laba(rugi)PT Andalas                     200.000.000
Ditambah:Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan                  5.000.000
Dikurangi:Penghapusan diferensial terkait persediaan                                   (50.000.000)
Laba Rugi Konsolidasian                                                                                755.000.000
Berdasarkan perhitungan diatas dapat terlihat bahwa ketika entitas anak dimiliki sepenmuhnya oleh entitas induk serta tidak ada penyesuaian komponen-komponen tertentu, laba rugi konsolidasian adalah sama dengan laba rugi yang dilaporkan oleh entitas induk.
Sedangkan perhitungan saldo laba konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak per 31 Desember 2015 adalah:
Saldo Laba PT Nusantara per 1 Januari 2015                                                 1.500.000.000
Laba bersih PT Nusantara                                                                               755.000.000
Dikurangi::Bagian laba atas PT Andalas                                                        (155.000.000)
Ditambah:Porsi milik PT Nusantara atas laba(rugi)PT Andalas                     200.000.000
Ditambah:Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan                  5.000.000
Dikurangi:Penghapusan diferensial terkait persediaan                                   (50.000.000)
Dikurangi:Dividen diumumkan oleh PT Nusantara                                        (300.000.000)
Laba Rugi Konsolidasian                                                                                1.955.000.000

Konsolidasi pada Periode Setelah Terjadinya Akuisisi
Pada periode setelah periode terjadinya akuisisi, beberapa hal harus diperhatikan ketika menyiapkan laporan keuangan konsolidasian untuk entitas anak yang diakuisisi tidak pada nilai tercatatnya. Karena pada pengakuisisian yang tidak dilakukan pada nilai tercatatat menimbulkan diferensial yang perlu dialokasikan terhadap aset diperoleh atau liabilitas diambil alih, atau bahkan goodwill. Maka, entitas induk perlu memastikan bahwa diferensial tersebut telah diukur secara tepat. PSAK 22 (2010) mensyaratkan entitas untuk mengukur dan mencatat aset yang diperoleh maupun liabilitas yang diambil alih telah sesuai standar terkait untuk akunakun tersebut. Misalkan diferensial diaolkasikan terhadap aset tetap yang diukur menggunakan metode biaya historis, maka perusahaan perlu memastikan apalah penyusutan yang dicatat telah sesuai atau membutuhkan tambahan(pengurangan) penyusutan untuk tujuan konsolidasian. Bila diferensial kemudian disebabkan karena munculnya goodwill, maka sesuai PSAK 22 (Revisi 2010), entitas perlu melakukan pengujian penurunan nilai (impairment) setiap periode pelaporan.

D.    AKUISISI DENGAN KEPEMILIKAN SEBAGIAN
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tidak pada nilai tercatat kepemilikan sebagian, hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan kepentingan nonpengendali. Karena keberadaan kepentingan nonpengendali, PSAK 65 (Revisi 2014) mensyaratkan entitas induk untuk menyajikan secara terpisah bagian dari kepentingan nonpengendali pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pengguna laporan keuangan seberapa besar bagian dari asset bersih yang dimiliki entitas anak yang tidak dikuasai oleh entitas induk. Dalam hal ini yang di atribusikan kepada kepentingan nonpengendali termasuk bagian laba rugi dan setiap komponen yang diakui sebagai bagian penghasilan komprehensif lain.
Ilustrasi Konsolidasian dengan Kepemilikan Sebagian
PT Nusantara membeli 75% saham PT Andalas seharga Rp1.200.000.000. pada saat dilakukan akuisisi, diketahui pula bahwa nilai wajar dari kepentingan nonpengendali adalah Rp300.000.000 sedangkan nilai wajar seluruh asset dan liabilitas PT Andalas adalah Rp1.400.000.000. nilai buku dari seluruh ekuitas PT Andalas adalah Rp1.200.000.000, sehingga terdapat diferensial dari akuisisi ini sebesar Rp300.000.000 yang dialokasikan pada goodwill sebesar Rp100.000.000 dan asset teridentifikasi lainnya sebesar Rp200.000.000. Sebagai gambaran, transaksi akuisisi PT Nusantara terhadap PT Andalas ditunjukkan berikut ini :
Nilai investasi                                                                                                  Rp1.200.000.000
Nilai buku
            Saham biasa                                                    Rp 800.000.000
            Saldo laba                                                       Rp 400.000.000
Total Nilai Buku                                                         Rp1.200.000.000
Porsi kepemilikan                                                                           75%
Nilai buku atas kepemilikan diakuisisi                                                            Rp900.000.000
Perbedaan antara nilai investasi dan nilai buku                                              Rp300.000.000

PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas ini sebagai berikut :
1 Januari 2015
(28)   Investasi pada PT Andalas                                Rp1.200.000.000
                        Kas                                                                                          Rp1.200.000.000
Untuk pengonsolidasian laporan keuangan sesaat setelah akuisisi, jurnal eliminasi yang dibuat adalah pengeliminasian ekuitas anak perusahaan.

(29e)   Saham biasa- PT Andalas                    Rp.800.000.000
            Saldo laba                                           Rp400.000.000
            Diferensial                                           Rp300.000.000
                        Investasi pada PT Andalas                                         Rp1.200.000.000
                        Kepentingan nonpengendali                                       Rp   300.000.000
Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal eliminasi lainnya adalah pengalokasian diferensial:
(30e)    Persediaan                                           Rp  50.000.000
            Tanah                                                  Rp210.000.000
            Goodlwill                                            Rp100.000.000
                        Diferensial                                                                   Rp300.000.000
                        Bangunan dan peralatan                                             Rp  60.000.000
Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal pengalokasian diferensial ini mendistribusikan diferensial yang muncul dari transaski akuisisi. Persediaan mengalami kenaikan nilai wajar dari nilai tercatat sebsar Rp50.000.000, tanah mengalami kenaikan nilai wajar sebesar Rp210.000.000, sedangkan bangunan dan peralatan mengalami penurunan nilai sebesar Rp60.000.000. Selain itu, atas transaksi kombinasi bisnis PT Nusantar dan PT Andalas, diakui munculnya goodwill sebesar Rp100.000.000 dari selisih antara imbalan yang diserahkan PT Nusantara atas nilai wajar asset bersih PT Andalas. Dapat terlihat pada jurnal (29e) menunjukkan sedikit perbedaan dengan jurnal (19e) ketika kepemilikan dipenuhi seluruhnya. Pada kepemilikan sebagian ini, jurnal penghapusan saldo awal investasi memunculkan suatu akun baru, yakni kepentingan nonpengendali yang mencerminkan hak pemegang saham nonpengendali atas asset yang dimiliki entitas anak.

Laporan posisi keuangan konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak sesaat setelah akuisisi

 











Konsolidasian Pada Periode Akuisisi
Melanjutkan ilustrasi akuisisi yang dilakukan oleh PT Nusantara terhadap PT Andalas, dengan informasi yang sama, diketahui  bahwa selama tahun berjalan PT Nusantara mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp50.000.000. PT Nusantara, sebagai perusahaan yang memiliki PT Andalas, akan mencatat transaksi terkait penerimaan dividen dari anak perusahaan sebagai berikut:
31 Desember 2015
(31) Kas                                              37.500.000
             Investasi pada PT Andalas                            37.500.000
Selama tahun berjalan PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp200.000.000 yang dapat dihitung dari menjumlahkan seluruh pendapatan lalu dikurangi seluruh beban yang dilaporkan. Atas laba bersih yang dilaporkan ini, PT Nusantara sebagai pemilik, dapat mengakui perolehan pendapatan sebesar porsi kepemilikan atas PT andalas berdasarkan metode ekuitas sebagai berikut :
31 Desember 2015
(32) Investasi pada PT Andalas                      150.000.000
              Bagian laba atas PT Andalas                                                150.000.000

Selain  itu untuk mengakui penghapusan diferensial yang terjadi selama periode berjalan, makaPT Nusantara akan mencatat jurnal sebagai berikut:
(33) Bagian laba atas PT Andalas                   50.000.000
               Investasi pada PT Andalas                                      50.000.000
(34) Investasi pada PT Andalas                      5.000.000
                Bagian laba atas PT Andalas                                  5.000.000

E.     ISU LAIN SEPUTAR KONSOLIDASIAN


Biaya Transaksi Terkait Akuisisi

Biaya transaksi yang terkait proses pengakuisisian suatu perusahaan sangat besar kemungkinannya untuk dikeluarkan oleh pihak pengakuisisi. Biaya transaksi terkait akuisisi dapat berupa biaya makelar, biaya hukum dan konsultasi, biaya terkait akuntansi, biaya penilaian dan jasa professional lainnya, biaya administrasi umum, serta biaya pendaftaran maupun penerbitan efek jika pengakuisisian menggunakan instrument utang atau ekuitas. Menurut PSAK 22, seluruh biaya transaksi terkait akuisisi harus dibebankan pada periode ketika biaya tersebut terjadi atau jasa diterima kecuali biaya untuk menerbitkan efek baik berupa utang atau ekuitas yang perlakuannya mengikuti PSAK 55 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Sebagai contoh, PT Nusantara mengakuisisi seluruh kepemilikan pada PT Andalas senilai Rp1.500.000.000. Atas transaksi pengakuisisian tersebut, PT Nusantara mengeluarkan pula beberapa biaya yakni biaya jasa penilaian asset sebesar Rp70.000.000; biaya hukum dan akuntansi sebesar Rp80.000.000; serta biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek sebesar Rp50.000.000. PT Nusantara menerbitkan saham sebanyak 1.000.000 lembar saham, dengan nilai per Rp1.000, maka PT Nusantara akan mencatat transaksi pengakuisisian sebagai berikut :
(40) Investasi pada PT Andalas                      Rp1.550.000.000
        Beban Pengakuisisian                             Rp   150.000.000
                        Kas                                                                              Rp   200.000.000
                        Modal saham                                                               Rp1.000.000.000
                        Premium saham                                                           Rp500.000.000
PT Nusantara akan mencatat nilai investasi sebesar Rp1.550.000.000 yakni imbalan yang dikeluarkan ditambah dengan biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek yang menurut PSAK 55 perlu dikapitalisasi. Sedangkan biaya-biaya lainnya langsung dibebankan pada tahin itu dan muncul pada laporan laba rugi komprehensif.












BAB III
PENUTUP

A.                KESIMPULAN

Jadi, dalam praktiknya transaksi akuisisi suatu perusahaan oleh perusahaan lain sebesar nilai buku sangatlah jarang dilakukan. Perusahaan pengakuisisi (investor) biasanya akan melakukan uji kelayakan (due diligence) atas bisnis yang akan diakuisisi. Menurut PSAK 22 (2010) asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih haruslah memenuhi definisi asset dan liabilitas menurut kerangka dasar penyusunan penyajian laporan keuangan pada tanggal akuisisi serta merupakan bagian yang dipertukarkan dalam proses akuisisi. Untuk periode setelah terjadinya akuisisi atas akuisisi yang dilakukan di atas nilai tercatat, tidak terdapat perbedaan mendasar dibandingkan konsolidasi ketika akuisisi dilakukan pada nilai tercatat. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tidak pada nilai tercatat kepemilikan sebagian, hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan kepentingan nonpengendali. Biaya transaksi yang terkait proses pengakuisisian suatu perusahaan sangat besar kemungkinannya untuk dikeluarkan oleh pihak pengakuisisi. Biaya transaksi terkait akuisisi dapat berupa biaya makelar, biaya hukum dan konsultasi, biaya terkait akuntansi, biaya penilaian dan jasa professional lainnya, biaya administrasi umum, serta biaya pendaftaran

B.  SARAN
Diharapkan bagi para mahasiswa dapat mengambil sisi manfaat dari makalah ini, serta dapat menambah wawasan baru kepada para pembaca. Dan tak lupa pula kami mebuka selebarnya untuk kritik dan saran atas makalah mengenai “ Konsolidasi dengan Akuisisi melebihi Nilai Tercatat Ekuitas.”










DAFTAR PUSTAKA

1.      Martani, Dwi et al.,2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1. Jakarta: Salemba Empat.


or you can download full version, link dibawah ini

Download Here

Tidak ada komentar:

Makalah Tentang KONSOLIDASI DENGAN AKUISISI MELEBIHI NILAI TERCATAT EKUITAS (Dwi Martani)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………i DAFTAR ISI……………………………………………………………….ii BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Ma...